Wisata 1001 Makanan!

by - 00:03:00

Wisata kuliner merupakan tujuan utama saya berkunjung ke kota Bandung saat itu dan di Jl.Pasir Kaliki hasrat wisata kuliner saya akhirnya dapat dipuaskan.

Untuk mencapai Pasir Kaliki saya dan teman traveling saya menaiki angkutan umum dari depan lapangan Gazibu. Kami perlu berganti angkutan sekali dan sedikit berjalan kaki untuk mencapai tempat tujuan kami, Paskal Food Market yang seperti saya bilang sebelumnya berada di Jl.Pasir Kaliki.

Konon dalam Paskal Food Market terdapat 1001 macam makanan yang bisa kita cicipi. Eits, jangan cuma cicipi saja! Jangan lupa bayar setelah mencicipi ya :p 

Sesampainya di depan Paskal Food Market, kami melihat suatu pemandangan yang tidak biasa. Gerombolan orang banyak berdiri di depan sebuah pancuran. Beberapa melempar koin ke dalam pancuran tersebut.

Oh ternyata itu adalah Fountain of Hope and Luck. Orang setempat percaya kalau kita memasukkan koin tepat ke dalam ring yang terdapat dalam pancuran tersebut. kelak keinginan kita akan tercapai. Masa sih sebuah pancuran bisa membuat keinginan kita terwujud? Tentu saja tidak bisa. Hanya Tuhan yang bisa. 

Ya kami tidak terlalu percaya akan hal tersebut tetapi pada akhirnya kami juga ikutan. Just for fun! Look at my photo after I threw the coins. 



Ketika kami sedang berfoto dekat pancuran. Kami seketika dikejutkan dengan berita panggilan perut kami. Kami pun memutuskan untuk mencari 1001 makanan di Paskal ini. 

Pilihan pertama jatuh  pada batagor. Salah satu alasan kenapa saya ingin ke Bandung adalah untuk mencoba batagor khas Bandung. Saya ingin tahu apa bedanya batagor Bandung asli Bandung dan batagor yang katanya asli Bandung tapi di jual di Jakarta. 

Sekarang saya tahu bedanya...... Batagor Bandung yang dijual di Jakarta tidak segurih batagor asli Bandung. Batagor di Jakarta terlalu banyak terigu. Teman saya sempat mencicipi juga batagor Bandung ini dan dia memberikan pendapat yang sama dengan saya. 

Batagor Abun
Sembari makan batagor, teman saya kebingungan saat itu karena banyak sekali makanan di dalam. Setelah larut dalam kebimbangan, pilihan pun ditetapkan. Dia memilih bakwan malang. Loh kok makan bakwan malang di Bandung yah??? :p

Setelah kami puas makan. Kami kembali lagi ke homestay. Kami pulang lebih awal mengingat kejadian yang kami alami pada malam pertama saat kami tiba di Bandung.

Saran: kalau mau ke Paskal Food Market lebih seru sebenarnya kalau malam hari dan juga ketika perut kosong. Jangan lupa bawa uang juga ya kalau mau makan di Paskal :D









You May Also Like

0 comments

Give Me Your Comments!