Kepergian Dosenku

by - 19:15:00

Seminggu yang lalu salah seorang teman memberi kabar duka. Salah satu dosen jurusan bahasa Inggris di tempat saya dulu telah berpulang ke rumah-Nya. Beliau mungkin bukan dosen favorit saya tapi beliau mengajarkan saya beberapa hal yang dulu sewaktu mengambil mata kuliah yang diajarnya. 

1. Menjadi seorang pengajar yang objektif
Saya dulu sempat mendapat nilai C saat mengambil mata kuliahnya. Awalnya saya sebal sekali. Padahal tugas selalu saya kerjakan. Absensi saya juga tidak buruk tetapi mengapa saya mendapat C? Setelahnya saya mengerti kenapa beliau memberi saya nilai C. Saya masih kurang serius mempelajari mata kuliah yg diajarkan saat itu dan belum sepenuhnya memahami apa yg beliau ajarkan. Untuk apa diberikan nilai A atau B kalau siswa yang diajarkan tidak serius dan belum benar-benar paham apa yang gurunya ajarkan. Sekarang saya mengerti pentingnya objektivitas dalam memberikan penilaian kepada siswa yang kita ajar. 

2. Menjadi seorang pengajar yang humoris
Seingat saya tidak pernah saya mengantuk ketika saya berada di kelas beliau. Beliau menyisipkan humor di sela pengajarannya. Pernah suatu ketika di sela-sela mengajar, beliau bercerita tentang pengalaman lucunya saat berada di luar negeri. 

3. Jargon pengajar
Sampai sekarang saya dan hampir seluruh mahasiswa yang diajarkan olehnya masih mengingat satu kata yg selalu diucapkannya ketika mahasiswanya membuat hatinya kesal, yaitu "bayi". Beliau selalu menyebut mahasiswanya bayi karena terkadang cara berpikir dan bertindak kami sebagai mahasiswanya masih seperti bayi. 


Bahagianya saya mempunyai seorang dosen yang luar biasa. Sayangnya kini beliau sudah pergi dan takkan kembali lagi mengajar. Namun ilmu yang diberikan kepada mahasiswanya tidak akan hilang begitu saja. Saya percaya Tuhan memperhitungkan itu semua. Saya tahu kepergiannya mungkin menyedihkan buat keluarga, kerabat dan mahasiswa yang pernah diajarnya tetapi satu hal yang pasti kepergian ini mendatangkan kebaikan untuk semua terutama untuk beliau karena beliau tidak akan merasakan sakit lagi. Beliau sudah tenang di rumahnya sana. 

Terimakasih ibu Dosenku untuk semua ilmu yang kau berikan. Tenanglah di sana. Kami mengasihimu, ibu :) 

Sumber: Facebook

You May Also Like

0 comments

Give Me Your Comments!