Kok Bisa Sampai Inggris?

by - 19:46:00

Sudah lebih dari dua minggu saya kembali berada di Jakarta. Loh dari mana?

Saya baru pulang dari sebuah negara dimana bahasa Inggris berasal, the United Kingdom, alias Inggris. Kok bisa? Dalam rangka apa ke sana? Berbagai pertanyaan muncul dari teman-teman saya. Saya akan jelaskan di sini.

Saya akan memulai cerita ini dari keisengan saya di tengah malam tahun lalu, 2015. Saat itu saya sedang mengecek kotak masuk e-mail saya. Kotak masuk saya itu sebagian besar berasal dari website teaching resources langganan saya. Saya cek pesan itu satu persatu sampai akhirnya saya menemukan satu pesan dari onestopEnglish. Pesan tersebut berisikan resource terbaru yang ada di website tersebut dan ada juga beberapa iklan yang berhubungan dengan English Language Teaching (ELT) alias pengajaran bahasa Inggris. Mata saya entah mengapa tertuju kepada iklan yang bertuliskan scholarship. Saya klik iklan tersebut dan melalui iklan tersebut akhirnya saya mengenal IATEFL, penyelenggara scholarship tersebut.




IATEFL merupakan sebuah asosiasi guru bertaraf internasional . Kantor pusatnya ada di Inggris dan setiap tahunnya mereka mengadakan ELT conference di kota-kota yang terdapat di Inggris. Tahun lalu mereka mengadakan conference di Manchester, salah satu kota yang terkenal dengan klub bolanya. Tahun ini conference tersebut diadakan di Birmingham dan mereka memberikan scholarships untuk para praktisi pendidikan bahasa Inggris di luar negara Inggris untuk bisa mengikuti conference dan memperluas network di sana. Tanpa berpikir panjang dan berharap banyak, saya coba mendaftar scholarship yang diberikan oleh sponsor melalui IATEFL.

Singkat cerita saya akhirnya mendaftar hanya satu scholarship saja dari sekitar 30 scholarships yang dibuka. Setelah beberapa bulan, saya bahkan lupa pernah mendaftar scholarship tersebut. Saya baru mengingat scholarship tersebut setelah ada pesan baru di e-mail saya yang memberitahukan kalau saya adalah salah satu orang yang menerima scholarship untuk menghadiri conference di Birmingham. Kaget? Tentu saja karena ini pertama kalinya saya mendaftarkan diri saya untuk scholarship (ya walaupun bukan untuk melanjutkan pendidikan). Salah satu reward yang saya dapatkan adalah uang sejumlah 1000 GBP/pound sterling yang hanya bisa saya dapatkan ketika saya tiba di Birmingham.



Saya bertanya-tanya dalam hati, "Kalau uangnya baru bisa didapatkan ketika saya berada di sana, lalu dari sini saya harus pakai uang sendiri? Saya kan belum punya uang sebanyak itu?" (maklum saya ini orangnya rada boros)

Kalian pasti nanya lagi. "Terus kok akhirnya bisa sampai sana kalau ngga ada duit?"

Jawabannya adalah karena KELUARGA saya. Kakak saya memberikan uangnya untuk saya pakai membeli tiket pesawat, membayar sewa kamar dan uang saku saya selama di sana. Untuk biaya pembuatan paspor dan visa, saya menggunakan uang tabungan saya yang belum seberapa itu :p

God is good! Yes! Dan akhirnya pergilah saya ke Inggris :)



*Next post saya akan jelaskan proses panjang pembuatan paspor dan visa UK yang lumayan ribet itu ya....

Stay tune!


You May Also Like

0 comments

Give Me Your Comments!