Hello 2017! I'm Missing Brumie!

by - 09:00:00

Tidak terasa sudah hari ke-12 di tahun 2017. Mumpung masih awal tahun 2017, saya mau menyelesaikan postingan tentang perjalanan saya selama di Inggris.

Kok masih inget sih? Padahal kan perjalanannya sudah berlalu di bulan April 2016 kemarin.

Ya benar tapi saya masih merasa baru kemarin saya ke Inggris sendirian tanpa sanak saudara *lebay* Hampir semua detail perjalanan saya ingat karena April 2016 kemarin merupakan perjalanan terbaik yang pernah saya jalani sepanjang hidup saya.

Saya jadi ingin buat resolusi perjalanan di tahun ini. Tahun ini saya ingin mengunjungi at least 1 kota di Indonesia dan 1 kota di luar negeri *cek tabungan* Eh, ini paling penting loh karena tahun kemarin saya bingung sendiri harus cari uang dimana untuk ke Inggris. Tiket pesawat aja ngga cukup 5 juta pulang pergi :p Tabungan belum cukup. Puji Tuhan, Dia mengirim malaikat penolong untuk saya.

Anyway, tahun kemarin saya masih akan bercerita tentang IATEFL Conference hari kedua. Di postingan kali ini saya ingin menceritakan bagaimana pengalaman saya di hari ketiga IATEFL Conference di Birmingham, Inggris.

Hari itu saya sengaja datang agak siang karena saya agak tidak enak badan hari itu. Kulit saya tiba-tiba kemerah-merahan dan saya batuk-batuk terus. Daripada mengganggu peserta conference yang lain saya memilih istirahat di flat sebentar sambil minum teh hangat dan sarapan.

Nasi Putih (Beli di Restoran Cina), Kering Tempe, Telur Orak-arik, dan Sayur Bayam


Enaknya sarapan di flat saya itu, saya bisa sarapan sambil streaming internet sepuasnya. Entah mengapa di Inggris, akses internet itu tidak sulit. Rata-rata flat atau rumah di sini pasti ada internetnya dan tidak ada kata terbatas untuk pemakaian.

Selesai sarapan saya mandi, istirahat sebentar sembari menunggu pemilik flat saya keluar dari kamarnya. Salah satu dari mereka, Magda adalah apoteker jadi kemungkinan dia tahu obat yang untuk kulit saya yang kemerahan dan juga batuk saya.

Benar saja, begitu dia keluar dari kamar mandi, saya langsung bertanya kepadanya. Beruntung saya mendapat pemilik flat yang berprofesi sebagai seorang apoteker, begitu saya tanya dia langsung memberikan krim untuk diolesi ke kulit saya yang kemerahan dan menyarankan saya untuk membeli obat batuk di apotik dekat flat. 


Saya langsung membeli obat batuk di apotik itu. Jarak apotik dan flat yang saya tinggali itu dekat sekali, sekitar 5 menit berjalan kaki. Begitu selesai membeli obat, saya langsung meminumnya dan berangkat menuju tempat conference diadakan.


Saya sampai di sana sekitar jam 11 pagi waktu sana. Karena saya kembali melewatkan plenary session, saya pun memasuki sesi open forum yang diadakan SIG saya yaitu Young Learners and Teenagers Special Interest Group. Setelah sesi selesai saya menunggu sebentar dan bertemu dengan orang Indonesia yang kebetulan menjadi volunteer di conference ini. Saya lupa namanya mba siapa. Sempat simpan no hpnya di ponsel pintar saya tapi sayangnya hilang ketika ponsel saya direset :( (Mudah-mudahan suatu hari mba itu baca dan menghubungi saya. ) Kami mengobrol sebentar tentang kenapa masing-masing kita berada di Birmingham sampai ajakan  dia untuk extend 1 hari lagi di Birmingham. Hiks

Tidak begitu lama kami mengobrol, saya langsung minta izin mbanya untuk ke ruangan tempat diadakannya 30th Anniversary of the SIG saya tadi itu. Di situ saya bertemu dengan book author buku Bahasa Inggris yang sering dipakai di Indonesia. Biasanya saya melihat dia di youtube, sekarang bisa secara langsung bertemu dan mendengar dia story telling. Sebelum jadi book author, dia memang seorang guru Bahasa Inggris. Makanya tidak heran kalau melihat kemampuan berceritanya yang sangat bagus.

Selesai dia bercerita, kami dapat menyantap cemilan dan tentu saja minuman (yang pasti ada alkohol) yang telah disediakan di dalam ruangan. Setelah itu, kami diberikan sebuah buku tentang penelitian Bahasa Inggris pada young learners dan teenagers. Lumayan untuk belajar :p

Cemilan di dalam tadi ternyata tidak cukup 'menampar' perut saya. Saya pun janjian dengan Eric untuk makan siang bersama. Dia merekomendasikan sebuah restoran cepat saji yang khas dengan burger. Tidak pikir panjang saya langsung masuk karena porsi burger di sana lebih besar dari porsi burger di Indonesia. Di Indonesia mah belum ada apa-apaya. Oh ya, nama restoran yang kami datangi adalah GBK. Letaknya di Brindleyplace, pas di belakang gedung the ICC. Makan di restoran ini lumayanlah, saya menghabiskan £ 9.20 untuk sekali makan. Kalau dikonversi ke rupiah agak mahal sih tapi worth lah karena burgernya enak dan guede.

Dok. Pribadi


Selesai  makan siang. Saya dan Eric kembali ke dalam the ICC untuk mengikuti sesi selanjutnya. Saya saja sih sebenarnya karena Eric harus mempersiapkan presentasinya pada sore itu.

Sesampainya kami kembali di dalam the ICC, kami langsung memasuki hall exhibition. Kami tiba di hall tempat exhibition diadakan ketika coffee break. Enaknya di sana ketika coffee break kita bisa menikmati sajian kopi dan teh gratis. Jangan harap ada gorengan di samping kopi dan teh gratis :p Jenis teh yang disajikan macam-macam. Salah satunya adalah teh jahe. Saya mengambil teh tersebut dan menyeduhnya. Lumayan untuk menghangatkan badan dan tenggorokan saya yang sedang gatal saat itu.

Sambil menyeruput teh, saya memandang sekeliling saya dan sempat bertemu dengan salah satu teman saya yang menerima IATEFL Scholarship sama seperti saya. Namanya Natali, sama dengan nama belakang saya. Dia berasal dari Russia. Saya ngga pernah kepikiran loh bisa punya teman dari Russia. hihihihi Saya mengajak dia berkeliling melihat-lihat buku yang dijual di exhibition saat itu. Saya dan Natali sempat mampir di beberapa stand. Dia mencari buku cerita Bahasa Inggris untuk anak-anaknya sedangkan saya mencari buku untuk saya dan murid-murid saya. Saya mendapat beberapa buku cerita dan buku bacaan tentang English Language Teaching. Harganya ngga beda jauh sih tapi berhubung di Indonesia itu sulit banget cari ELT Books, saya beli deh di situ.

Saya juga sempat mampir ke salah satu stand yang menjual postcards lucu berisi tentang British customs. Yang menjaga stand, pintar sekali mengambil hati saya. Awalnya ketika hendak membayar belanjaan saya, dia menanyakan asal negara saya. Saya jawab saja Indonesia. Eh, dia langsung bercerita panjang lebar tentang tempat-tempat yang pernah dia kunjungi di Indonesia. Daripada berlama-lama dan ditawari yang lain, saya langsung memutuskan untuk pergi dan mengikuti sesi selanjutnya.

Sesi selanjutnya sebenarnya cukup ringan. Isinya tentang "Seven Ways to Boost Your Learner's Confidence". Sebagai pengajar, saya mewajibkan diri saya untuk mengikuti sesi ini. Sesi ini lumayan memuaskan hati saya karena saya sebagai audience diajak untuk speak out juga di sini.

Dok. Pribadi
Finally, saya sampai pada today's highlight. Kalau hari kedua saya bertemu dengan Jeremy Harmer, kali ini Jack Richard. Dia sama terkenalnya dengan Jeremy dalam bidang tulis menulis ELT course book dan teaching. Senang bisa bertemu dan melihat mereka presentasi. Saya berasa lagi kuliah saat berada di sesi mereka. Jack Richard ini rasanya lebih tua daripada Jeremy Harmer tapi ketika presentasi ngga mau diam. Dia bergerak ke sana-sini. Thanks Prof, I learned a lot from your presentation. 

Sebenarnya setelah sesi ini masih ada sesi yang lain lagi. Ada juga evening event gitu tapi saya jarang ikut karena saya lebih memilih jalan-jalan atau makan malam. Di sore hari itu, saya kembali janjian dengan Eric untuk mencari 3 store. Itu loh provider murah di Indonesia. Ternyata di Inggris, provider ini ternyata murah juga. Saya ingin mencari store itu karena ponsel saya menderita sekali. Beli 3 UK Sim Car tapi paket datanya tidak jalan padahal sudah diaktifkan.

Jarak 3 store dari the ICC sebenarnya tidak terlalu jauh, sekitar 10-15 menitan lah. Store nya dekat sekali dengan City Centre dan ternyata tidak susah dicari. Sayangnya ketika saya sampai di sana dengan Eric, store nya sudah tutup. Selama di Inggris, saya seringkali di buat kesal karena banyak toko tidak buka sampai malam hari. Padahal kalau di Jakarta, malah ada yang berjualan sampai 24 jam :p

Saya dan Eric akhirnya berbalik arah dan melewati Primark. Kalau di Indonesia, mungkin semacam Matahari Departmment Store lah. Saya pun mengajak Eric masuk sebentar karena saya ingin membeli syal untuk mama dan kakak saya.

Primark New Street, Birmingham, UK


Setelah berkeliling, saya pun mendapatkan barang yang saya ingin beli (2 syal untuk mama dan kakak saya) plus tisu basah yang harganya lumayan murah. Kenapa saya beli tisu basah? Kebanyakan toilet di sini itu tidak ada selang atau pancuran untuk membasuh. Hanya ada tisu kering. That's why. By the way, total belanjaannya semua £11.

Selesai berbelanja, saya berpisah dengan Eric. Dia kembali ke hotel tempat dia menginap sedangkan saya kembali ke flat. Dalam perjalanan menuju flat, saya sempat mampir ke Tesco supermarket sebentar untuk membeli makanan tambahan esok hari.

Senangnya bisa mengingat hari itu di Birmingham. Jadi kangen...... Bring me back to Brumie, please.

Dok. Pribadi


You May Also Like

0 comments

Give Me Your Comments!