Belajar Bersyukur di 2017

by - 16:27:00

Kok cepet banget yah waktu berlalu. Rasanya baru kemarin menyambut 2017, eh sekarang harus melepas 2017 berganti dengan 2018.

Personally, 2017 merupakan tahun yang amat berat untuk saya jalani. Di tahun awal tahun, saya harus menerima fakta bahwa ternyata hasil operasi thyroid mama saya tidak begitu baik. Padahal dia seorang vegetarian yang telah sangat menjaga pola makan dan hidup selama sekitar 10 tahun terakhir. Dokter bilang bahwa mama saya terkena Thyroid Cancer. Siapa sih yang ngga takut mendengar kata "Kanker"? Saya juga takut dan sedih ketika pertama kali mama saya menangis di depan saya dan bilang bahwa dia terkena kanker. But I tried to keep calm at that time. Thank God, saya dikarunia bakat untuk "menipu" orang dengan mimik wajah. Saya tetap mencoba tenang dan menenangkan mama saya saat itu, padahal dalam hati saya berteriak dan bertanya kepada Tuhan, "Kenapa? Kenapa harus mama saya yang begitu baik dan taat?"

Sejak saat itu, saya mencoba mencari tahu tentang Thyroid Cancer dan menemukan sebuah komunitas bernama Pita Tosca. Dalam komunitas itu, saya merasa mempunyai keluarga baru yang bisa saya ajak diskusi tentang Thyroid. Saya bertemu dengan banyak orang di situ dan beberapa cancer survivors yang berhasil melawan lebih dari 1 cancer yang menyerang tubuh mereka. 




Selain itu, saya juga banyak belajar tentang istilah kedokteran terutama yang berhubungan dengan penyakit mama saya. Saya juga mengalami ribetnya prosedural BPJS kesehatan dan harus mengorbankan cuti saya demi mengantarkan mama kontrol ke dokter di RSCM. Ya, saat ini mama saya dirujuk di sana dan saya merasakan keribetan setiap berkunjung ke sana. Mama saya bisa ke sana 3 kali dalam sebulan karena dalam sehari kami tidak bisa kunjungan cross poli dan bayangkan ada ribuan pasien yang berkunjung ke sana dalam sehari itu. 

Saya mencoba untuk menikmati waktu saya mengantar mama saya untuk berkunjung ke dokter. Dulu, setiap kali saya sakit pasti mama selalu repot bawa saya berobat dan menyiapkan makanan untuk saya. Sekarang Tuhan memberikan kesempatan untuk saya gantian merawat mama saya. Selama dua tahun belakangan ini, saya belajar masak dan belanja ke pasar. Dulu, saya paling ngga suka namanya masak, males nungguin matengnya :D Thank God sekarang udah bisa masak sendiri.

Di awal tahun 2017, saya ngga berani bikin resolusi yang macem-macem but I'm so grateful that I achieved some of my resolutions: 

1. Beli Iphone

Dari dulu kepengen banget beli iphone. Kalau orang-orang dengan mudahnya gesek kartu kredit mereka untuk beli iphone, saya mah kudu nabung dulu trus tungguin promo harga iphone yang miring, baru deh bisa beli.



2. Traveling ke 1 kota dan 1 negara

Resolusi ini saya buat dengan pesimisme karena saya harus menerima kenyataan bahwa mama butuh saya dan waktu saya juga. Suprisingly, kantor mengirim saya ke Cirebon untuk dinas dan saya ke Penang, Malaysia untuk menemani mama saya berobat. Di sana saya sempetin colong-colong sedikit waktu untuk jalan-jalan juga sih :)


Sreet Art di Penang, Malaysia 

3. Nabung

Setelah sekian lama, saya pun bisa menabung tanpa harus ditarik ulur lagi. Thanks to Tahapan Berjangka BCA. 

https://www.bca.co.id/id/Individu/Produk/Simpanan/tahapan-berjangka

Untuk 2018, saya sudah membuat beberapa resolusi. Semoga saya tekun untuk mewujudkannya dan semakin bersyukur apapun yang akan terjadi di tahun 2018.

Kalau resolusi kalian bagaimana? Resolusi apa saja yang sudah tercapai di 2017?




You May Also Like

2 comments

Give Me Your Comments!