Berobat ke Penang [PART 2]

by - 21:29:00

Di postingan kali ini, saya akan menceritakan perjalanan saya menemani mama rawat jalan di Lam Wah Ee Hospital akhir tahun kemarin. 

Kami berangkat hari Jumat siang dan sampai di Penang International Airport sore hari. Kami langsung menghubungi pemilik apartemen Mewah Court. Sebelumnya kami sudah membeli simcard lokal sini. Yang paling sering dipakai di sini adalah digi dan hotlink.

Setelah simcard terpasang, saya pun langsung memesan grab car dari airport menuju ke apartemen. Supir grab car di Penang bisa berbahasa Melayu jadi jangan takut ya kalau mau pesan grab car di sini. Ongkosnya juga tidak terlalu mahal, sekitar RM 23. Naik bus juga sebenarnya bisa dan lebih murah tetapi berhubung saya membawa mama saya yang kondisinya sedang kurang sehat, maka grab car menjadi alternatif transportasi yang saya pilih. 




Perjalanan dari airport menuju Apartemen Mewah Court memakan waktu kurang lebih 45 menit (kalau tidak macet). Begitu sampai apartemen, kami langsung diberikan kunci, taruh barang di kamar dan makan malam di luar. Di sekitar apartemen ini terdapat beberapa tempat makan yang buka sampai tengah malam, jadi jangan takut kelaparan kalau di sini. Harga makanan di sini kurang lebih sama dengan di Indonesia ya. Satu porsi mie seperti ini hanya RM 5.00 saja dan minuman RM 1.80. Hitung sendiri ya harga dalam rupiahnya. Rasanya not bad. Pas di lidah saya dan ngga terlalu berasa mecin. Selesai makan, kami kembali ke apartemen dan siap-siap untuk tidur.


Mee ..... (Saya lupa nama mee nya :p)


Keesokan harinya, kami bangun agak siang karena saya begadang mengejar deadline pekerjaan saya yang saya bawa ke Penang (hiks...) Setelah sarapan di apartemen, kami langsung berjalan kaki menuju Lam Wah Ee Hospital. Letaknya tidak terlalu jauh dari apartemen yang kami sewa. Hanya 5 menit saja berjalan kaki. 

Sampai di Lam Wah Ee Hospital, kita harus terlebih dahulu mengambil antrian pendaftaran. Kalau pendaftaran untuk pasien baru, antriannya beda dengan pendaftaran pasien lama. Nah untuk pendaftaran baru, kita harus memberikan paspor pasien dan paspor pendamping pasien (bila diminta). Setelah itu, kita akan mendapatkan kartu berobat tapi kartu ini tidak bisa kita langsung ambil. Kita harus berpindah ke poli terlebih dahulu lalu menunggu nama kita dipanggil oleh suster. Kalau di poli bedah umum, kita hanya menunggu nama kita dipanggil saja. Sedangkan di poli orthopaedi, kita menunggu nama kita dipanggil, diberikan nomor dan nanti dipanggil lagi sesuai no yang diberikan.


Nomor Antrian Pendaftaran Pasien Baru

Rencana awal kami sebenernya untuk medical checkup terlebih dahulu. Berhubung kami ngga kebagian antrian, kami putuskan untuk langsung ke poli saja. Daripada pulang tidak membawa hasil apa-apa dari Penang. Poli yang pertama kali kami kunjungi adalah Poli Bedah Umum. Dokternya kebetulan sedang operasi jadi kami ditemani suster untuk menemui dokter di ruang tunggu operasi.

Kami menyerahkan hasil operasi mama saya ke dokter bedah tersebut. FYI, dokter di Penang itu bisa berbicara dalam 3 bahasa: Melayu, Inggris dan Hokien. Jadi, jangan takut untuk berbicara dengan dokter di sana dalam bahasa Indonesia. Mereka cukup mengerti apa yang kita katakan kok.

Hasil konsultasi dengan dokter bedah tersebut adalah mama saya boleh saja tidak perlu operasi lagi dikarenakan umur beliau yang sudah tidak lagi muda. Yang penting kami harus menjaga asupan makanan beliau. Dokter juga menyarankan kami harus mengunjungi dokter Bedah Tumor untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Nih buat teman-teman yang mau tau rincian biayanya di hari pertama:


Biaya Pendaftaran Rumah Sakit                              : RM  10.00

Konsultasi Dokter Pertama (Pasien Luar Negeri)  : RM 70.00

Total Biaya                                                                  : RM 80.00 


Kami melanjutkan kembali pengobatan di Lam Wah Ee Hospital pada hari Senin. Hari Minggunya saya explore George Town sendirian karena keadaannya tidak memungkinkan untuk membawa mama saya jalan-jalan ditambah lagi cuaca di Penang yang selalu panas setiap hari (nanti saya ceritain ya serunya ngebolang sendirian di George Town hahahah)


Di hari Senin, kami berkunjung ke Poli Orthopaedi untuk memeriksa nyeri yang menyerang mama terus menerus. Kami kembali mendaftar di lobi, diberikan no antrian dan diberikan kartu berobat untuk Poli Orthopaedi. Setibanya di poli, nama pasien dipanggil dan kami diberikan no antrian poli.

Bedanya RS di Indonesia dengan RS di Penang. Suster/perawat tidak memanggil pasien untuk mengecek tekanan darah terlebih dahulu. Saya sampai sekarang mempertanyakan alasannya. Tapi menurut saya ini adalah masalah efisiensi waktu.

Waktu menunggu kami tidak terlalu lama. Menunggu di Lam Wah Ee Hospital tidak membuat kami stress juga seperti berobat menggunakan BPJS di Jakarta. Lam Wah Ee Hospital menyediakan wifi di beberapa titik. Jadi, kami tidak terlalu bosan menunggu. Kalau lapar atau haus kita bisa mengunjugi cafetaria. Eits, tapi jangan harap ada jajanan ala Indonesia ya di sini, semacam gorengan :p Jajanannya lumayan sehat-sehat euy.

Perawat pun akhirnya memanggil kami. Kami bertemu dokter, menjelaskan nyeri yang dialami mama kami serta menyerahkan hasil pemeriksaan tulang selama kami berobat di Jakarta.

Selanjutnya, dokter meminta mama kami untuk melakukan cek darah. CT Scan bagian tulang yang sakit. Biaya CT Scan di Lam Wah Ee Hospital kurang lebih sama dengan RS Swasta di Jakarta, tetapi hasilnya lebih akurat dan dokter bersangkutan langsung dapat melihat hasilnya. Kita tidak perlu membawa map yang banyak, tebal dan berat seperti di Jakarta. Semua hasil pemeriksaan sudah direkam ke dalam komputer dokter yang bersangkutan. Kalau kita merasa perlu untuk mencetak hasilnya, kita dapat mengambil di bagian radiologi dengan membawa kartu berobat saja.



Hasil CT Scan Lam Wah Ee Hospital 



Semua hasil baru dibaca oleh dokter keesokan harinya. Dokter menjelaskan penyebab nyeri mama saya. Hasil CT Scannya ternyata seperti hasil MRI di Jakarta. Dokter meresepkan obat untuk mama dan meminta kami datang kembali keesokan hari untuk suntik supaya mama tidak perlu minum obat. Sebelumnya dokter di Jakarta meresepkan obat tulang yang harus diminum selama 3 tahun pengobatan. Nah, kalau dokter ini menyarankan suntik yang bisa dilakukan di Lam Wah Ee Hospital 6 bulan sekali. Kalau nyerinya sudah hilang sama sekali, mama tidak perlu suntik lagi. 

Bagaimana proses pemberian obat melalui suntikannya? Biayanya berapa?

Itu saya lanjutkan di postingan selanjutnya ya.


Ini gambaran biaya untuk cek darah, obat, CT Scan, dan konsultasi dokter orthopaedi. Semua balik lagi ke penyakitnya ya. Ini hanya gambaran kasar saja untuk teman-teman yang sedang mempertimbangkan untuk membawa anggota keluarganya berobat ke sana.

Cek darah                                    : RM 78.00

Obat-obatan                                 : RM 144.00

CT Scan                                        : RM 78.00

Konsultasi Dokter Pertama        : RM 70.00

Total Biaya                                    : RM 370

(Silakan hitung sendiri dalam rupiahnya ya...)
    

You May Also Like

0 comments

Give Me Your Comments!