Sehari Bersama Pak Raden

by - 20:37:00

Berawal dari keisengan di twitter. Saya lagi melihat timelime dan di akun Pak Raden @drs_suyadi tiba-tiba ngetweet tentang workshop pembuatan boneka unyil. Setelah melihat tweet itu, saya iseng mendaftarkan diri workshop itu. As long as it's free, saya ngga pernah pikir panjang untuk ikutan workshop. Lumayanlah untuk nambah ilmu saya juga. Saya pun mengajak kakak saya juga untuk ikut daftar workshop ini karena konon pesertanya terbatas. Ya, namanya juga free workshop, ngga kuat menanggung kalau pesertanya banyak. Setelah melalui proses pendaftaran via twitter ke mas @chusnato, sang abdi dalem Pak Raden. Saya akhirnya dikonfirmasi kalau saya sudah terdaftar jadi peserta workshop pembuatan unyil bersama Pak Raden. Excited banget. Kapan lagi saya bisa bertemu sang pembuat unyil yang selama ini hanya bisa saya tonton di televisi dan melihat langsung bagaimana dia membuat boneka unyil yang selama ini menjadi tontonan masa kecil saya.

Begitu tanggal 17 Juli 2012 tiba, saya langsung excited menyiapkan semua hal yang perlu saya bawa untuk workshop nanti. Saya dan kakak saya sudah deg-degan banget takut telat sampai tempat acara. Workshopnya itu diadakan di FFTV IKJ. Yang tinggal di Jakarta pasti tahu kan IKJ itu dimana? IKJ itu Institut Kesenian Jakarta, berada di daerah Cikini Raya tepatnya di belakang Taman Ismail Marzuki (TIM) *mudah-mudahan ngga salah*

Sesampainya kita di IKJ, kita langsung disambut oleh mba cantik yang langsung meminta kita untuk mengisi buku tamu dan registrasi ulang peserta workshop di sana. Tidak lama setelah kita selesai registrasi, datanglah taksi putih (ngga perlu sebut merk) yang tepat berhenti di depan pintu masuk gedung FFTV IKJ. Tepat seperti dugaan saya, yang keluar dari taksi itu adalah pria berpakaian jawa lengkap, berkumis dan beralis tebal. Dialah sang pembuat unyil, Pak Raden. Dia keluar dari dalam taksi dengan tergopoh-gopoh, dibantu oleh asistennya. Terharu banget melihat beliau, masih semangat untuk kasih ilmu untuk workshop padahal beliau untuk berjalan pun harus menggunakan tongkat dan terkadang harus duduk di kursi roda. Salut untuk semangat Pak Raden!

Tidak sampai 10 menit sesampainya Pak Raden di gedung FFTV IKJ, beliau dikerubungi oleh peserta workshop yang lain yang sudah tiba lebih dahulu di sana. Kalau saya mah, cuma melihat dari kejauhan saja kok. Banyak yang minta foto, bersalaman, dan ada juga yang mengobrol dengan beliau. Oh iya, beliau juga datang bersama abdi dalemnya @chusnato dan juga asistennya yang tadi saya sebutkan itu, Pak Nana, katanya sih dulu beliau adalah salah seorang mahasiswa Pak Raden.

Setelah ngga banyak lagi yang minta sesi foto sama Pak Raden, giliran saya deh minta foto. Hihihihi. Foto persis di sebelah Pak Raden dan di depan lukisan-lukisannya beliau. Fotonya ngga terlalu bagus, jadi ngga saya unggah di sini ya.

Ternyata Pak Raden ramah banget loh. Ngga seperti yang diceritain di Cerita Si Unyil :p Saya saja difoto sambil dirangkul kaya gitu. Sosok bapak emang melekat banget deh di dalam dirinya.

Selesai saya berfoto dengan Pak Raden, saya menyempatkan  untuk melihat hasil karya Pak Raden yang lain, lukisan dan sketsa yang ditempatkan di gedung tersebut. Saya agak kaget juga ternyata Pak Raden bisa melukis juga toh. Jiwa seninya kuat banget ternyata. Proud of him! Lukisannya bagus-bagus banget. Rata-rata lukisan dia itu konon katanya bergaya ‘figuratif naratif’. Dalam setiap lukisannya dia menceritakan sesuatu di sana. Ada yang menceritakan tentang pentas wayang, dibalik pentasnya dan banyak lagi. Nih saya foto juga Pak Raden lagi bergaya di depan lukisan dan sketsa hasil karya tangan beliau.



Lukisan beliau ada yang dijual loh. Kalau kalian ada yang punya uang berlebih dan memang kolektor lukisan-lukisan bermutu, boleh banget loh beli lukisannya Pak Raden. Tinggal kontak aja abdi dalemnya via twitter @chusnato. Setelah puas melihat-lihat lukisan, saatnya untuk memulai workshop.

Dalam workshop pembuatan boneka unyil bersama pak Raden, kami diajarkan teknik dasar membuat bonekanya. Kami tidak diajarkan teknik membuat bonekanya dari awal sampai selesai, hanya dasarnya saja, Ternyata boneka unyil yang selama ini dipakai pak Raden dibuat dari bahan yang murah yaitu kertas koran bekas. Pak Raden dibantu asistennya memberikan contoh teknik dasar pembuatan boneka unyil. Beliau juga memajang boneka unyil dan teman unyil kepada para peserta.


Kami para peserta workshop diajak mencoba sendiri bagaimana membuat bagian kepala boneka unyil saja karena kalau kami membuat bagian badan dan baju bonekanya juga bisa memakan waktu lebih dari sehari.

Kepala boneka yang saya buat tidak terlalu kuat tetapi saya tetap bawa pulang ke rumah sebagai kenang-kenangan dari workshop Pak Raden.

Setelah sesi pembuatan boneka, panitia menyediakan waktu untuk Pak Raden konferensi pers kepada wartawan perihal hak cipta boneka Pak Raden yang diakui oleh orang lain, dalam hal ini PFN (Perusahaan Film Negara). Beliau didampingi oleh mas Chusnato dan juga tim pengacara yang membantunya menyelesaikan kasus hak cipta boneka unyil tsb.

Sembari menunggu Pak Raden melakukan konferensi pers, kami pun makan siang dan istirahat sebentar. Setelah selesai, kami melanjutkan workshop. Kami tidak membuat boneka lagi tetapi kami mendengarkan sedikit ilmu dari tim pengacara Pak Raden tentang hak cipta dan hubungannya dalam kasus Pak Raden.



Workshop ini harus selesai pada waktunya. Banyak sekali ilmu baru yang saya pelajari hari ini.

Thank you Pak Raden untuk ilmu yang diberikan hari ini. Semoga masalah hak cipta bonekanya cepat selesai ya, Pak.





You May Also Like

0 comments

Give Me Your Comments!