Maaf

by - 23:32:00

Mumpung libur hari ini saya berselancar sepuas mungkin di internet dan juga sedikit menonton televisi. Ketika siang tadi berselancar, saya menemukan video tanggapan Maia Estianty terhadap wawancara Mulan dan Dedy Corbuzier. Di situ Maia sedikit berkomentar  tentang bagaimana seharusnya Mulan meminta maaf kepada Maia dan kenapa tidak sedari dulu saja meminta maaf.

Sore harinya tidak sengaja saya menonton tayangan diskusi di salah satu televisi swasta yang membahas tentang G30SPKI. Di situ anak cucu dari pahlawan revolusi yang gugur pada tahun 1965 itu menceritakan kekejaman PKI terhadap ayah ataupun kakek mereka. Secara manusia, jika kita berada di posisi mereka kita pasti menunggu permohonan maaf dari sang pelaku. Hati kita pasti tidak tenang melihat dan merasakan kekejaman si pelaku.

Maaf. Sebuah kata yang mengungkapkan permintaan ampun atau penyesalan akan terjadinya sesuatu. Jika kita menyakiti hati seseorang, entah itu orangtua, saudara atau pun pacar kita, seberapa sering kata maaf terlontar dari mulut kita? Dan kalau pun kata itu terlontar dari mulut kita, tuluskah kita mengucapkannya?

Sebaliknya jika kita tersakiti oleh orang di sekitar kita dan mereka meminta maaf, dapatkah kita memaafkan tanpa perlu mengingat lagi kesalahan mereka di masa mendatang? Seperti hati Tuhan yang seringkali kita sakiti dengan dosa yang kita buat, kita meminta maaf padaNya dan Dia menerima kita kembali tanpa memandang kesalahan yang kita buat di masa lalu.

Yang mana sering kita lakukan?

Meminta maaf atau memberi maaf?

Sudahkah kita meminta maaf dengan tulus?

Sudahkah kita memberi maaf kepada mereka yang menyakiti kita tanpa mengingat lagi salah mereka?

Yang mana yang sudah kita lakukan?

source: googleimages


You May Also Like

2 comments

  1. Jangan kebanyakan nonton infotaiment miss,
    kebanyakan rekayasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. lagi kebetulan liat di youtube aja bu. Jadi trending topic :p mau ngga mau harus ditonton hehehe

      Delete

Give Me Your Comments!