Naik City Tour!

by - 22:40:00

Tepat 1 tahun perjalanan saya ke Inggris.

Kali ini saya akan menulis perjalanan dua hari terakhir saya selama di London. Selama dua hari itu, saya pergunakan waktu saya untuk kembali keliling London dan beli oleh-oleh untuk keluarga dan teman-teman saya.

Pagi itu rasanya saya belum sempat sarapan. Saya janjian dengan kak Eva lagi untuk beli oleh-oleh hari itu. Saya diminta untuk datang ke rumahnya saja karena kebetulan tempat oleh-oleh yang akan kami datangi berdekatan dengan rumahnya.

Saya pun naik bus menuju tempat kak Eva. Tapi kok jalannya tidak seperti yang diceritakan kak Eva ya. Ternyata saya salah naik bus. Saya pun turun lagi dan berganti bus.

Setelah berganti bus saya turun lagi untuk menaiki bus selanjutnya tapi saya ternyata salah turun lagi. Saya pun meminta bantuan google maps tapi sia-sia karena kelemahan saya membaca peta :( Saya nyasar entah dimana tapi saya menikmati momen nyasar ini. Saya bersyukur menemukan ini saat nyasar.




Coba kalau di Jakarta. Sekarang ada sih taman kayak gitu tapi ngga sebanyak di London.

Mengetahui saya nyasar, saya pun di telepon oleh suami kak Eva dan diarahkan untuk naik bus yang lain. Sambil mencari tempat pemberhentian bus yang dimaksud, perut saya berbunyi tanda minta diisi. Saya pun mampir di McD dan sarapan di situ. For your information, itu cuma tulisannya aja ya ada bacon. Aslinya mah saya ngga pesen pakai bacon tapi beef.



Perut kenyang, hati tenang, saya pun melanjutkan perjalanan saya dan naik bus di tempat pemberhentian bus yang sudah diarahkan oleh suami kak Eva. Saya pun menaiki bus dari tempat itu dan menuju rumah kak Eva. Beberapa kali naik bus di sana, rasanya saya tidak pernah mengalami kemacetan. Di London, warganya rata-rata memakai transportasi umum atau jalan kaki karena jalur pejalan kakinya dilindungi dan nyaman banget.

Setelah adegan nyasar di London, saya pun akhirnya sampai di tempat kak Eva tinggal. Saya dijemput suaminya karena kak Eva lagi masak. Tempat tinggalnya rada mirip apartemen di Jakarta. 1 kamar tidur, kamar mandi, dapur sama ruangan kecil untuk naruh sepatu. Pantesan saya ngga boleh nginep :p Mo tidur dimana coba. 

Sesampainya di rumah kak Eva, saya disuruh makan (lagi). Dengan senang hati, saya pun makan masakan yang sudah tersedia di meja. Lumayan mengobati rasa kangen dengan makanan Indonesia. Saya jadi kepikir bagaimana ya mahasiswa di London itu bisa survive mengatasi rasa kangen mereka akan Indonesia? Salut lah buat mereka.

Sebelum berangkat saya diberikan segelas hot chocolate. Lumayan untuk menghangatkan badan. Saya dan kak Eva berangkat juga setelah menghabiskan minuman hangat itu. Dari rumah kak Eva ke tempat kami membeli oleh-oleh tidak terlalu jauh. Kami berjalan kaki menuju tempat itu. Namanya Camden Town. Di situ kita bisa menemukan berbagai macam oleh-oleh khas London dengan harga miring kalau dibandingkan toko oleh-oleh di Oxford Street. Di situ saya membeli pulpen, pensil, kaos, jam tangan, tempelan kulkas, kartu pos dan gantungan kunci. Rasanya pengen beli banyak tapi budget terbatas. Sebel.



Eh ya, di Camden Town juga kita bisa menemukan berbagai makanan khas Asia di sini. Bahkan saya melihat satu toko menjual nasi dan mie goreng. Sayang ngga sempat foto. Saya terlalu fokus menikmati Camden Town dan barang-barang yang dijual di sana. Sempat mampir ke Starbucks untuk beli tumbler London untuk teman tapi lupa beli untuk diri sendiri dan nyeselnya baru pas di Indonesia.

Ketika kami sedang asik belanja, bang Masao, menanyakan keberadaan saya. Dia bilang dia menitipkan sebuah tiket city tour di KBRI London dan itu berlakunya sampai tanggal 18 April kalau ngga salah. Saya pun buru-buru mengambil tiket itu dan bersama kak Eva saya ke Baker Street (kalau ngga salah) untuk keliling London dengan city tour bus. Lumayanlah. Banyak tempat yang dikelilingin. Kalau beli sendiri, duit yang saya habiskan bisa kira-kira 400ribuan untuk membeli tiket city tour itu. Thanks to Bang Masao saya dikasih gratis :D Senang bisa lihat-lihat London walaupun sedikit kedinginan karena memilih duduk di atas bus demi pemandangan yang kece.



City tour ini mengobati kekecewaan saya karena ngga sempat mengunjungi British Museum, National Gallery, Tower of London dan banyak yang lain. Saya juga ngga kesampean naik London Eye :( Next time maybe, with my future husband :p Amen! hehehehe

Oh iya, ini dia penampakan tempat duduk city tour bus nya. Jadi, di pintu masuk si supir memberikan headset lalu kita bisa pasang di balik bangku seperti ini. Kita bisa mendengar sejarah dari setiap tempat yang kita lewati dengan bis ini. Sebenarnya tiket yang dibelikan ini termasuk tiket untuk naik kapal di Thames River, tapi sayangnya tidak sempat lagi.




Seru juga sih naik city tour bus di London. 

Malamnya saya sudah janjian dengan teman saya dari Hongkong dan China: Eric dan Wenying untuk menonton opera. Sebenarnya saya sudah capek plus ngantuk tapi sayang kalau ngga nonton. Tiketnya 400ribuan cuy.....

Di sana saya sekaligus mengucapkan salam perpisahan kepada kedua teman saya itu karena keesokan harinya saya harus pulang ke Indonesia.








You May Also Like

0 comments

Give Me Your Comments!