Berobat ke Penang [PART 2]

by - 21:29:00

Bulan lalu saya sempat bercerita tentang alasan saya dan keluarga memutuskan untuk membawa mama berobat ke Penang. Di postingan kali ini, saya akan menceritakan kelanjutan perjalanan saya menemani mama rawat jalan di Hospital Lam Wah Ee Hospital di Penang akhir tahun kemarin.

Sebelum melanjutkan cerita tentang menemani mama saya berobat ke Penang, saya ingin membagikan sedikit info penting untuk teman-teman yang sedang mempertimbangkan untuk berobat ke Penang.

Saat ini berobat ke Penang jauh lebih mudah karena ada beberapa perwakilan rumah sakit Penang di Indonesia, contohnya BerobatKePenang.com. Mereka mewakili rumah sakit di Penang seperti Island Hospital, Gleneagles Penang, dan Loh Guan Lye Specialist Centre.

Sebelum berangkat ke Penang, kalian bisa meminta bantuan dari mereka, seperti:

  • minta rekomendasi dokter spesialis
  • minta perkiraan biaya berobat (jadi tahu harus bawa uang berapa)
  • buat janji ketemu dokter
  • minta diaturkan jemputan dari bandara

Bagusnya lagi nih, mereka punya tim dokter umum untuk mempelajari keluhan pasien dan memberikan rekomendasi dokter. Jadi, kalian bisa nyambung ketika kalian menjelaskan masalah yang dihadapi dan dapat rekomendasi dokter spesialis yang tepat.

Kami berangkat hari Jumat siang dan sampai di Penang International Airport sore hari. Kami langsung menghubungi pemilik apartemen Mewah Court. Sebelumnya kami sudah membeli simcard lokal sini. Yang paling sering dipakai di sini adalah digi dan hotlink.

Setelah simcard terpasang, saya pun langsung memesan grab car dari Bandara Penang menuju ke Apartemen Mewah Court. Oh ya, supir grab car di Penang bisa berbahasa Melayu jadi jangan takut ya kalau mau pesan grab car di Penang. Ongkos grab car dari Bandara Penang menuju apartemen yang akan kami tinggali juga tidak terlalu mahal, sekitar RM 23. Naik bus juga sebenarnya bisa sih dan lebih murah juga tetapi berhubung saya membawa mama saya yang kondisinya sedang kurang sehat, maka grab car menjadi alternatif transportasi yang saya pilih selama saya di Penang. 

Naik Grab Car di Penang
Grab Car di Penang
Perjalanan dari Bandara Penang menuju Apartemen Mewah Court memakan waktu kurang lebih 45 menit (kalau tidak macet). Begitu sampai apartemen, kami langsung diberikan kunci, menaruh barang di kamar dan makan malam di luar. Di sekitar apartemen ini terdapat beberapa tempat makan yang buka sampai tengah malam, jadi jangan takut kelaparan kalau di sini. Harga makanan di sini kurang lebih sama dengan di Indonesia ya. Satu porsi mie seperti ini hanya RM 5.00 saja dan minuman RM 1.80. Hitung sendiri ya harga dalam rupiahnya. Rasanya lumayan enaklah. Pas di lidah saya dan ngga terlalu berasa banget MSGnya. Selesai makan, kami kembali ke apartemen dan siap-siap untuk tidur.

Mee Penang
Mee ..... (Saya lupa nama mee nya :p)
Keesokan harinya, kami bangun agak siang karena saya begadang mengejar deadline pekerjaan saya yang saya bawa ke Penang (hiks...) Setelah sarapan di apartemen, kami langsung berjalan kaki menuju Hospital Lam Wah Ee. Letaknya tidak terlalu jauh dari apartemen yang kami sewa. Hanya 5 menit saja berjalan kaki. 

Sampai di Hospital Lam Wah Ee, kita harus terlebih dahulu mengambil antrian pendaftaran. Kalau pendaftaran untuk pasien baru, antriannya beda dengan pendaftaran pasien lama. Nah untuk pendaftaran baru, kita harus memberikan paspor pasien dan paspor pendamping pasien (bila diminta). Setelah itu, kita akan mendapatkan kartu berobat tapi kartu ini tidak bisa kita langsung ambil. Kita harus berpindah ke poli terlebih dahulu lalu menunggu nama kita dipanggil oleh suster. Kalau di poli bedah umum, kita hanya menunggu nama kita dipanggil saja. Sedangkan di poli orthopaedi, kita menunggu nama kita dipanggil, diberikan nomor dan nanti dipanggil lagi sesuai no yang diberikan.

Hospital Lam Wah Ee Penang
Nomor Antrian Pendaftaran Pasien Baru

Rencana awal kami sebenernya untuk medical checkup terlebih dahulu. Berhubung kami ngga kebagian antrian, kami putuskan untuk langsung ke poli saja. Daripada pulang tidak membawa hasil apa-apa dari Penang. Poli yang pertama kali kami kunjungi adalah Poli Bedah Umum. Dokternya kebetulan sedang operasi jadi kami ditemani suster untuk menemui dokter di ruang tunggu operasi.

Kami menyerahkan hasil operasi mama saya ke dokter bedah tersebut. Seperti yang pernah saya bilang di postingan sebelumnya, dokter di Penang itu bisa berbicara dalam 3 bahasa: Melayu, Inggris dan Hokkien. Jadi, jangan takut untuk berbicara dengan dokter di sana dalam bahasa Indonesia. Mereka cukup mengerti apa yang kita katakan kok.

Hasil konsultasi dengan dokter bedah tersebut adalah mama saya boleh saja tidak perlu operasi lagi dikarenakan umur beliau yang sudah tidak lagi muda. Yang penting kami harus menjaga asupan makanan beliau. Dokter juga menyarankan kami harus mengunjungi dokter Bedah Tumor untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Nih buat teman-teman yang mau tau rincian biayanya di hari pertama:

Biaya Pendaftaran Rumah Sakit                              : RM  10.00

Konsultasi Dokter Pertama (Pasien Luar Negeri)  : RM 70.00

Total Biaya                                                                  : RM 80.00 

Kami melanjutkan kembali pengobatan di Hospital Lam Wah Ee pada hari Senin. Hari Minggunya saya jalan-jalan sendirian ke George Town, Penang karena keadaan tidak memungkinkan untuk  saya membawa mama jalan-jalan ditambah lagi cuaca di Penang yang selalu panas setiap hari (nanti saya ceritain ya serunya ngebolang sendirian di George Town hahahaha)

Di hari Senin, kami kembali ke Hospital Lam Wah Ee dan berkunjung ke Poli Orthopaedi untuk memeriksa nyeri yang menyerang mama terus menerus. Kami kembali mendaftar di lobi, diberikan no antrian dan diberikan kartu berobat untuk Poli Orthopaedi. Setibanya di poli, nama pasien dipanggil dan kami diberikan no antrian poli.

Bedanya RS di Indonesia dengan RS di Penang. Suster/perawat tidak memanggil pasien untuk mengecek tekanan darah terlebih dahulu. Saya sampai sekarang mempertanyakan alasannya. Tapi menurut saya ini adalah masalah efisiensi waktu. Tapi kalau pun pasien mengeluh pusing atau apapun yang berhubungan dengan tekanan darah, dokter akan langsung memeriksa tekanan darah pasien kok.

Waktu menunggu kami selama berobat di Hospital Lam Wah tidak terlalu lama. Menunggu di Hospital Lam Wah Ee  tidak membuat kami stress juga seperti berobat menggunakan BPJS di Jakarta. Lam Wah Ee Hospital menyediakan wifi di beberapa titik. Jadi, kami tidak terlalu bosan menunggu. Kalau lapar atau haus kita bisa mengunjugi cafetaria, semacam kantin untuk dokter, suster, karyawan Hospital Lam Wah Ee dan juga pengunjung Hospital Lam Wah Ee. Eits, tapi jangan harap ada jajanan ala Indonesia ya di sini, semacam gorengan :p Jajanannya lumayan sehat-sehat euy. Roti yang dijual di rumah sakit ini aja, bukan dari tepung putih.

Setelah menunggu selama kurang lebih 1 jam di depan poli orthopaedi, perawat pun akhirnya memanggil kami. Kami bertemu dokter Khaw Kar Teng, dokter spesialis orthopaedi dan menjelaskan nyeri yang dialami mama kami serta menyerahkan hasil pemeriksaan tulang selama kami berobat di Jakarta dan obat yang selama ini dikonsumsi oleh mama saya.

Selanjutnya, dokter meminta mama kami untuk melakukan cek darah. CT Scan bagian tulang yang sakit. Biaya CT Scan di Lam Wah Ee Hospital kurang lebih sama dengan RS Swasta di Jakarta, tetapi hasilnya lebih akurat dan dokter bersangkutan langsung dapat melihat hasilnya. Kita tidak perlu membawa map yang banyak, tebal dan berat seperti di Jakarta. Semua hasil pemeriksaan sudah direkam ke dalam komputer dokter yang bersangkutan. Kalau kita merasa perlu untuk mencetak hasilnya, kita dapat mengambil di bagian radiologi dengan membawa kartu berobat saja.

Hospital Lam Wah Ee Penang
Hasil CT Scan Lam Wah Ee Hospital 

Semua hasil baru dibaca oleh dokter keesokan harinya. Dokter menjelaskan penyebab nyeri mama saya. Hasil CT Scannya ternyata seperti hasil MRI di Jakarta. Dokter meresepkan obat untuk mama dan meminta kami datang kembali keesokan hari untuk suntik supaya mama tidak perlu minum obat. Sebelumnya dokter di Jakarta meresepkan obat tulang yang harus diminum selama 3 tahun pengobatan. Nah, kalau dokter ini menyarankan suntik yang bisa dilakukan di Hospital Lam Wah Ee  6 bulan sekali. Kalau nyerinya sudah hilang sama sekali, mama tidak perlu suntik lagi. 

Bagaimana proses pemberian obat melalui suntikannya? Biayanya berapa?

Itu saya lanjutkan di postingan selanjutnya ya.


Ini gambaran biaya untuk cek darah, obat, CT Scan, dan konsultasi dokter orthopaedi. Semua balik lagi ke penyakitnya ya. Ini hanya gambaran kasar saja untuk teman-teman yang sedang mempertimbangkan untuk membawa anggota keluarganya berobat ke Penang.

Cek darah                                    : RM 78.00

Obat-obatan                                 : RM 144.00

CT Scan                                        : RM 78.00

Konsultasi Dokter Pertama        : RM 70.00

Total Biaya                                    : RM 370

(Silakan hitung sendiri dalam rupiahnya ya. 1 RM = 3327.94)


Berobat ke Penang membuat mama saya lebih santai ketimbang ketika saya membawa mama saya berobat ke Indonesia. Bukannya ngga cinta sama Indonesia ya, tapi kesehatan mama saya jauh lebih penting makanya sebisa mungkin saya sebagai anak ingin mencari rumah sakit yang memberikan pelayanan terbaik. Saya pun menemukannya di Hospital Lam Wah Ee Penang.

Harga pengobatan mama yang saya tuliskan di atas boleh dijadikan pertimbangan saja ya untuk teman-teman yang ingin membawa keluarganya berobat ke Penang. Tiap rumah sakit mempunyai tarif yang berbeda-beda, jadi jangan dijadikan acuan baku. Hospital Lam Wah Ee ini tarif masih sesuai dengan kantong keluarga saya, jadi kami lebih memilih berobat di Hospital Lam Wah Ee, Penang saja.

Teman-teman ada yang pernah berobat di Hospital Lam Wah Ee juga ga? Atau rumah sakit lainnya di Penang? Cerita-cerita dong. Share di kolom komentar ya. 

You May Also Like

0 comments

Give Me Your Comments!